Kee(LI)ping Kompetisi

Konsep One Size Fit Dalam Generasi Milenial

Kehidupan manusia berjalan stagnan. Tidak akan bergerak maju, justru jika ingin digerakkan kehidupan ini akan mengalami kemerosotan. Menurut Yuval Noah (2017:314) Sebelum revolusi sains, sebagian besar kebudayaan manusia tidak percaya kemajuan. Sampai di titik generasi milenial lahir, prakiraan manusia sebelum revolusi sains sepertinya tidak dapat dibenarkan. Generasi milenial lahir beriringan dengan perkembangan teknologi yang bergerak maju sehingga pemikiran mereka terlalu berkembang pesat, dan terlalu canggih serupa dengan teknologi yang ada di kehidupan mereka saat ini. Pada perkembangan teknologi digital juga membawa pengandaian bahwa generasi milenial sebagai generasi konsumen. Konsumtif yang dimiliki mereka menghasilkan antitesis pada generasi sebelumnya.

Konsep One Size Fit Dalam Generasi Milenial

Disebabkan oleh generasi milenial tidak menerima all size fit, tetapi mereka menerima one size yang berbeda sesuai dengan tubuh mereka. Dalam artian, generasi yang lahir pada saat teknologi digital berkembang memiliki ambisi untuk ikut berkembang dengan cara pikir mereka masing-masing. Hal ini juga berpengaruh kepada perencanaan ekonomi mereka di masa depan. Ditegaskan oleh Derek Thompson pada tulisannya menyatakan bahwa “Millennials aren’t doing in the economy. It’s the economy that’s doing in Millennials.” (2018;https://www.theatlantic.com/ideas/archive/2018/12/stop-blaming-millennials-killing-economy/577408/:diakses pada tanggal 18 Desember 2018).

Dari kutipan yang ditegaskan oleh Derek Thompson, kita tahu mereka berkembang pada ambisius. Mereka hidup untuk berlomba mencari konsep yang benar untuk diri mereka sendiri—konsep one size fit.

Di Indonesia, generasi milenial muslim juga mencakup kisaran jumlah sangat banyak, 29,97% dari 41% generasi milenial pada umumnya. Generasi milenial muslim juga disebut sebagai generasi milenial M. Mereka memiliki kesamaan dengan generasi milenial dengan kelahiran teknologi sehingga one size fit juga berkonsep kepada kehidupan generasi milenial M.

Ambisi CIMB Niaga dan E-Saalam Di wajah Para One Size Fit dan wajah Indonesia 2020

Generasi milenial M biasanya memiliki karakter yang beriman sekaligus modern, mencari produk-produk islami (syar’i dan halal) dan memiliki keinginan untuk merubah dunia dalam gerakan sosial (wakaf, zakat, dan infak dan sedekah). Bagi generasi terdahulu, milenial merupakan generasi yang sukar untuk dipahami, bahkan untuk mengatasinya pun perlu tenaga lebih. Sebenarnya untuk memahami milenial tidak serumit yang kita pikirkan selama ini. Ini hanya permasalah beda pemikiran. Sebab, generasi milenial lebih menonjol pada keinginan yang berambisius untuk terlihat berbeda dan menjadi konsumen sekaligus produsen.

Keinginan para generasi milennial dalam konsep one size fit mendapat dukungan cepat oleh pihak bank CIMB Niaga iB. Sesuai dengan peraturan UU Perbankan syariah untuk menjalankan fungsi sosial seperti menjalankan fungsi baitul mal dan promise brand bertajuk forward, CIMB Niaga syariah telah bekerja sama dengan platform dari PT CIPAS Aquindo Pratama dalam membentuk keinginan para one size fit ini dengan aplikasi e-Salaam. Mereka mengantisipasi bila di tahun 2020, di mana generasi milenial menjadi pelaku utama kegiatan perekonomian atau menjadi tulang punggung Indonesia dengan prediksi BPS mengenai jumlah generasi milenial yang akan bertambah berkisar 56,7% atau 154 juta jiwa.

CIMB Niaga telah menjalankan prinsip perbankan syariah dengan prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adlwa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim, dan proyek yang haram dengan melakukan kerja sama pada beberapa lembaga: Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rumah Wakaf, Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa, Wakaf Al-Azhar, Daarut Tauhid, dan Global Wakaf-ACT dalam satu aplikasi e-Salaam. Tidak hanya melayani wakaf, bayar zakat, aplikasi ini dapat menginformasikan arah kiblat dan jadwal sholat. Generasi milenial muslim yang hidup dengan teknologi tidak perlu lagi mengunduh dua aplikasi hanya untuk melihat jadwal sholat, arah kiblat dan menjalani rukun iman. Lebih-lebih lagi, untuk membayar wakaf, e-Salaam meminimalkan dana mulai 10.000 hingga lebih. Platform ini juga bisa diakses di play store dan itunes.

Keunggulan wakaf di CIMB Niaga dan e-Salaam bukan hanya untuk menghemat waktu, tetapi ini juga merupakan tujuan redistribusi ekonomi untuk Indonesia sendiri. Wakaf sendiri merupakan suatu benda atau barang yang kepemilikian hartanya telah berhenti, yang kemudian akan digunakan manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan islam. Harta yang diwakafkan juga tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Di Indonesia Wakaf sudah memiliki peraturan undang-undang nomor 41 tahun 2004.

Generasi berkonsep one size fit yang ingin dilihat begitu autentik, begitu hiperkoneksi dengan sekitar, dan begitu konsumen, bisa menggunakan CIMB Niaga melalui tabungan iB mapan dengan bagi hasil atau hadiah berupa wakaf dengan pilihan program wakaf baik wakaf produktif, pendidikan, kesehaasjid dan sumur. Menyenangkannya lagi, kita bisa mendapatkan sertifikat jika mewakafkan harta bernilai satu juta. Dengan forward spiritual journey membawa pengalaman terbaik untuk generasi milenial berkonsep one size fit yang ingin selalu hiperkoneksi dengan sekitar.

Alhamdulillah, artikel ini lolos dan menjadi juara 3 yang diselenggarakan oleh fossei dan e salaam.

Screenshot_20190213-203849[1]