121 views
Ke(E)ping Buku

[Ke(E)ping Buku] Novel The Butterfly Garden Oleh Dot Hutchison

Masalahnya kau tidak bisa menebak batas-batasan orang sakit jiwa.

Judul Buku : The Butterfly Garden

Penulis : Dot Hutchison

Genre : Misteri, thriller, dan crime

Alih Bahasa : Putri Septiana Kurniawati

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman : 371 halaman
Rating Goodread : 4.35/5
Ratingku : 4.78/5


Sinopsis Cerita

Di dekat sebuah rumah besar, terdapat taman yang sangat indah. Ada bunga-bunga mekar dan pepohonan rindang, juga koleksi “kupu-kupu” cantik–para perempuan muda yang diculik dan ditato sayap kupu-kupu sesuai nama yang diberikan kepada mereka. Adalah sang penjaga taman yang mengawasi segalanya–pria yang terobsesi mengoleksi spesimen-spesimennya yang jelita.Ketika keberadaan taman itu terbongkar, Maya, salah seorang penyintas, diwawancarai pihak berwajib. Agen FBI Victor Hanoverian dan Brandon Eddison pun menghadapi kasus yang paling mengerikan sepanjang karir mereka.

Ulasan Cerita

Novel ini bukan my cup of tea, karena genre yang buku ini miliki adalah genre misteri, crime, dan agak thriller. Jujur, saya bukan penggemar misteri dengan perpaduan pembunuhan pula. Lalu kenapa mendadak saya memutuskan untuk membaca? Karena saya penasaran dengan sinopsisnya.

Manusia yang menjadi kupu-kupu, bukan dalam artian bahwa ada makhluk sejenis setengah kupu-kupu dan setengah manusia. Ini bukan series novel fantasi. Ya, tepatnya novel ini memberikan rasa penasaran dengan sosok manusia utuh yang dijadikan kupu-kupu oleh seorang manusia yang memiliki kelainan mental.Psikopat yang memiliki hobi mengoleksi kupu-kupu. Bukan hewan. Akan tetapi, manusia yang ditato berupa garis berwarna-warni yang indah dan cantik, lalu mengenakan sayap yang dirancang sesuai oleh psikopat tersebut.

Dalam novel ini, penuturan manusia yang dijadikan kupu-kupu lugas dan sangat membawa imajinasi saya semakin liar. Narasi yang dibangun kuat oleh novel ini, memudahkan saya mencerna bagaimana bentuk rupa sanderanya.

Novel ini menggunakan dua sudut pandang. Aku dan dia. Ya. Sudut pandang Aku dilakukan oleh sosok Maya, sandera yang diwawancarai oleh detektif. Sedangkan sudut pandang orang ketiga digunakan saat Maya dan detektif Victor dan yang lainnya tengah berbincang mengenai taman kupu-kupu.

Karena sudut pandang di novel ini ada dua, alur yang digunakan menjadi alur maju-mundur. Namun, tidak sekalipun memberikan saya kebingungan ketika mencoba melompat ke halaman berikutnya.

Apakah thrillernya terlihat menakutkan? Tidak. Bagi saya novel ini sangat sesuai dengan judulnya. Bagaimana taman kupu-kupu itu dimaknai cantik, indah, dan penasaran untuk dikunjungi. Dan itu yang saya lihat di novel ini. Tidak menakutkan justru membuat saya semakin tertarik untuk membaca setiap adegan yang dinarasikan oleh penulis novel ini.

Pembunuhannya pun terlihat begitu indah, seakan-akan novel ini tidak memberikan satu pun kesan menakutkan yang membuat saya bergidik ngeri.

Lebih tepatnya novel ini memberi saya ketakutan dengan rasa penasaran yang begitu amat menawan ketika membaca interaksi beberapa kupu-kupu di dalam taman.

Novel ini juga sebenarnya novel series dari the collection. Novel The Butterfly Garden merupakan novel dari series pertama yang ditulis oleh Dot Hutchison. Namun, sepertinya, series selanjutnya tidak ada hubungannya dengan novel sebelumnya. Untuk saya pribadi, seorang pembaca yang tidak terlalu suka genre thriller, saya suka sekali dengan novel ini.

Rasa bergidik ngeri yang saya rasakan bukan ingin menghentikan kegiatan membaca novel The Butterfly Garden, tetapi justru rasa bergidik ngeri ini memberikan sensasi menawan saya untuk terus terhanyut dalam kisah Maya dan teman kupu-kupunya.

Semua tokoh di dalam novel ini dideskripsikan menarik. Maya dengan sikap cuek, dingin, jujur, berani dan keras kepala. Victor, sosok pria tegas, cerdas dan kebapakkan ketika mengintrogasi Maya dan brandon, sosok pria tegas, kurang sabar, dan ingin tahu. Yang saya akan jelaskan, semua tokoh di novel ini tidak akan memberikan saya rasa benci, bahkan terhadap psikopat dan keluarganya. Kenapa? Ini kutipan yang membuat saya tercengang karena saking terherannya dengan psikopat ini.

Kami semua dua puluh dua orang berdiri mematung tanpa meneteskan air mata. Sementara lelaki penahan kami menangisi kematian satu-satunya gadis yang tidak dia bunuh.

Ya, karena series ini berkaitan dengan sosok manusia pengoleksi atau cinta mati hingga rela membuat seluruh hidupnya untuk koleksinya, sepertinya wajar bila psikopat tersebut juga memiliki perasaan seperti itu.

Saya ingin menjelaskan beberapa tokoh keluarga psikopat, tetapi itu justru akan memberikan spoiler terhadap kalian yang ingin membaca.

Sebuah novel pasti juga memiliki konsep yang tidak selalu sempurna. Ya. Seperti yang saya bilang, bila penggemar genre thriller, ini kurang menakutkan. Karena narasi kupu-kupu dibunuh hanya dijelaskan di akhir. Tidak ada kesan ngeri yang menakutkan. Novel ini lebih diarahkan ke psikopat yang kecanduan dengan perempuan kupu-kupu. Dia jadikan objek fantasi seksualnya. Novel ini lebih banyak unsur seksualnya ketimbang ngerinya. Hehehe.

Dan saya suka dengan beberapa kalimat yang diutarakan oleh tokoh-tokoh di novel ini. Ini beberapa kutipannya.

Seringnya keadilan itu cacat, dan tidak pernah benar-benar memperbaiki apa pun.

Seperti kecantikan, keputusasaan, ketakutan juga menjadi sama naturalnya seperti bernapas.

Kematian adalah hal yang aneh di taman, ancaman yang bergelanyut tapi tidak pernah benar-benar terlihat.

Rahasia-rahasiaku bagaikan teman-teman lama, aku akan merasa menjadi teman yang buruk kalau aku mengabaikan mereka sekarang.

Sidang berarti ada keadilan.

Orang-orang yang ingin sekali memercayai sesuatu biasanya malah percaya sungguhan.

Kata orang untuk segala sesuatu, kita dapat tiga. Tiga kupu-kupu untuk gadis yang rusak: satu untuk kepribadian, satu sebagai tanda hak milik, dan satu untuk sikap yang buruk.

Tidak membuat pilihan adalah pilihan. Netralitas itu konsep, bukan fakta. Tidak seorangpun boleh hidup seperti itu.

Membaca kutipan di atas yang sudah saya tulis, semakin membawa rasa penasaran itu, bukan? Bagi saya, buku ini cocok untuk kalian yang ingin mencoba genre baru dengan unsur thriller.

Jangan lupa, siapkan teh atau kopi untuk menemani kalian membaca cerita tawanan beberapa kupu-kupu.

Selamat membaca.