87 views
Ke(E)ping Buku

[Ke(E)ping Buku] Novel Represi Oleh Fakhrisina Amalia

“Gadis itu tidak punya kesempatan untuk tumbuh dan mengenal laki laki lewat cinta pertama pada sosok seorang ayah. Cinta pertamanya telah dipangkas, jauh sebelum akhirnya dia dilukai dengan teramat dalam oleh pemuda yang salah.”

Judul : Represi

Penulis : Fakhrisina Amalia

Genre : Romance, Drama, Family, Psikologi

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 264 halaman; 20cm
Rating Goodread : 4.02 / 5
Ratingku : 4.0 / 5


Sinopsis Cerita

Awalnya hidup Anna berjalan baik-baik saja.Meski tidak terlalu dekat dengan ayahnya, gadis itu punya seorang ibu dan para sahabat yang setia. Sejak SMA, para sahabatnya yang mendampingi Anna, memahami gadis itu melebihi dirinya sendiri.
Namun, keadaan berubah ketika Anna mulai menjauh dari para sahabatnya. Bukan hanya itu, hubungan Anna dengan ibunya pun memburuk. Anna semakin hari menjadi sosok yang semakin asing. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Anna, hingga pada suatu hari, dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang ternyata penuh luka.

Ulasan Novel Represi

Pertama kali membaca, saya sudah merasakan depresi yang dimilik oleh Anna. Awalnya saya ditarik maju-mundur oleh kisah Anna dengan psikolognya. Anna yang seakan hidup seperti anak biasa, orangtua lengkap, sahabat yang baik dan ibu yang memahami. Apa yang kurang?

Dan akhirnya, tarik ulur itu yang membuat saya tersadar. Saya termasuk orang-orang yang menyepelekan depresi seseorang. Maafkan aku, Anna. Saat membaca akhirnya saya tahu.Saya banyak belajar bagaimana seorang psikolog menangani pasiennya. Tentu saja, Anna sudah berulang kali ke psikolog. Sampai akhirnya dia bertemu dengan sosok perempuan dewasa bernama Nabila. Dari sinilah, kisah-kisah itu dimulai. Dari persahabatan, keluarga dan seseorang pria yang dia cintai.

Novel young adult ini ringan. Bahasanya terlalu mudah dipahami. Kisahnya seperti pada umumnya, berkaitan dengan sexual abuse. Tidak sampai setengah hari saya tuntas membacanya dan menangis ketika melihat Anna berjuang sendiri. Keinginan yang sebelumnya hanya untuk mati, ketika bertemu dengan Nabila, keinginan itu pudar. Walaupun pudar, kisah ini tidak sampai di situ. Kecemasan itu masih terasa walaupun dia telah memaafkan. Saya suka dengan setiap kalimat yang diutarakan Nabila untuk mengajak Anna berbicara. Namun, konflik yang digunakan sebagai kecemasan Anna memang konflik yang sepertinya selalu muncul di beberapa televisi.

Penyelesaiannya pun hanya berdasarkan kata-kata, yang sejujurnya tidak menampar saya ya walaupun kata-kata Nabila itu tepat tetapi tidak sampai membawa kutipan indah untuk diri saya. Justru kalimat Nabila kepada Anna seperti kalimat-kalimat yang orang lain pun sepertinya sering mengatakan. Seakan kalimatnya itu tidak membawa pembaruan untuk saya.

Ya saya memang sekali datang ke psikolog, jadi mungkin itu kesimpulan subjektif dari saya. Untuk endingnya, saya akui hangat. Seakan novel ini diperuntukkan kepada remaja yang memerlukan perlindungan. Jadi, kesan saya dengan novel ini bagus tetapi tidak membuat saya tergila-gila mengulang membaca. Membaca Represi, bukan berarti mood kita harus baik. Justru membaca ini membawa kita paham semua orang, bahkan kelihatan sempurna hidupnya, pun mengalami depresi.