Ke(E)ping Buku

[Ke(E)ping Buku] Novel Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan Oleh Esti Kinasih

“Hati kan gak kayak frekuensi gelombang radio. Tinggal muter tuning, langsung bisa pindah. Pindahnya bisa jauh lagi. “

Judul : Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan

Penulis : Esti Kinasi

Penerbit : Gramedia

Genre : Teenlite, romance, school life

Rating Pribadi : 3.5

Rating Goodreads : 3.73


Sinopsis Novel Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan

Gimana rasanya naksir cewek yang udah nyaris jadian sama cowok lain?
Maju pantang menyerah, mundurdan pasrah, atau cuma bisa ngerusuhin sambil menunggu celah?

Yah… Rian cuma bisa bikin rusuh karena Rara yang dia taksir juga ditaksir Roni.
Tapi begitu ada sedikit kesempatan, Rian nggak mau melewatkan.
Persetan peluang. Persetan cowok lain yang juga punya rasa yang sama. Persetan esok hari. Persetan ini akan berakhir hanya sebagai mimpi. Persetan dirinya akan hancur setelah ini.

Hanya kotak bersampul cokelat dan selembar catatan yang bisa Rian berikan untuk Rara, sebagai ungkapan isi hatinya yang terdalam. โ€œUntuk elo, Ra, cewek yang terlambat gue temukan….โ€

Ulasan Novel Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan

Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku karya mba Esti Kinasih. Jadi, saya penasaran karena beberapa teman saya selalu menjejalkan rekomendasi novel teenlit dengan menggunakan karya Mbak Esti Kinasih. Awalnya saya disuruh untuk membaca series Jingga dan elegi, tapi karena saya kurang begitu tertarik dengan novel genre teenlit, saya memilih novel ini sebagai novel pertama dari Mbak Esti Kinasih  di rak buku saya.

Kisah cinta segitiga di dalam novel ini dibalut dengan latar waktu tahun 90an. saya menemukan banyak istilah asing yang belum saya dengar. Stensilan, bokin, dan banyak macam. Novel ini memang terasa unsur 90an, tetapi tidak menyeluruh. Saya membaca novel ini seperti tengah membaca novel teenlit tahun 2000an ke atas, bukan justru mengenang tahun 90an kecuali penulis mengusik beberapa istilah yang tidak saya ketahui.

Namun, kisah cinta di novel ini benar-benar ajaib. Perebutan seorang perempuan di sini dibuat lelucon di antara pesaing si perempuan, alias si Rara. Si Rian dan Si Roni memang tengah bersaing, tapi justru saya malah melihat kecocokan mereka berdua jadi kakak-adik ketimbang pesaing. Pokoknya saya lebih nyaman dengan bromance ketimbang Rara dengan Rian atau Rara dengan Roni.

Dan proporsi penulis menjabarkan sudut pandang Rara, Roni dan Rian itu seimbang. Jadi sampai di akhir saya belum menebak siapa yang bakal mendapat hatinya Rara. Pertama kali baca memang kelihatan jelas karena awal pembuka saya dikasih bumbu cinta di antara Roni dan Rara, tetapi di tengah-tengah saya kembali dibuat linglung.

Sebenarnya saya sedikit bosan saat berada di mana Rara diperebutkan dengan Rian atau Roni. Sampai ada niat untuk menyudahi, membiarkan mood saya kembali mau menyentuh buku ini. Namun, sampai di adegan kekompakan Rian dan Roni membuat saya tergelak karena mereka berdua jadi kompak.

Hal yang membuat saya agak nggak saya sukai di novel ini adalah di bagian Rian atau Roni memperebutkan Rara, tetapi ketika sudut pandang berubah di kekompakkan Rian dan Roni, saya mengalami kekonyolan mereka yang kompak.

Ada romance, bromance, dan bestfriend. Dan juga bila kalian rindu latar lawas, seperti halnya tanpa ponsel pintar atau mobil mewah, wajib sekali membaca buku ini.

Dan pertanyaan saya, ketika kalian sudah membaca, mana yang kalian pilih? Roni atau Rian.

Kalau saya ditanya seperti ini, tentu saya memilih kekompakan Roni dan Rian saja. Hahahaha.

Selamat membaca dan jangan lupa suguhkan  butter cookies seperti di foto yang saya potret dengan novel ini.