290 views
Novel Midnight Sun - Stephenie Meyer
Ke(E)ping Buku

Novel Midnight Sun – Stephenie Meyer Mengulas Sudut Pandang Si Vampir [Ke(E)ping Buku]

Novel Midnight Sun adalah keputusan yang tak terduga untuk memilikinya di dalam rak buku saya.

“Hidupku adalah tengah malam yang tak berujung dan tak berubah. Sudah seharusnya, untuk senantiasa menjadi tengah malam bagiku. Jadi bagaimana mungkin sekarang matahari terbit, di tengah tengah-malamku?”

Edward Cullen – Midnight sun

Penulis: Stephenie Meyer

Penerjemah : Rosi L. Simamora

Genre : Romance, Fantasi

Penerbit : Gramedia Pustaka

Jumlah Halaman : 1016 lembar

Ukuran Buku : 20 cm

Rating Pribadi : 3.50/5.0

Rating Goodreads: 3.75/5.0

Sinopsis Novel Midnight Sun

Edward Cullen bisa merasakan dirinya jatuh cinta ketika melihat Bella Swan tiba di Forks. Gadis itu tak seperti manusia lain yang isi kepalanya membuat Edward pening. Bella justru membuatnya takut karena dia benar-benar tak terbaca. Midnight Sun mengisahkan pertemuan Edward dan Bella serta menggambarkan bagaimana kisah cinta mereka terjalin dari sudut pandang Edward, sang vampir. Detail masa lalu serta benak Edward yang rumit semakin menunjukkan mengapa cintanya pada Bella merupakan pertentangan hidupnya yang terbesar. Bagaimana mungkin ia begitu egois mengikuti kata hatinya jika itu berarti membahayakan hidup Bella?

Baca Juga : Ulasan Novel Dari Dalam Kubur Oleh Soe Tjen Marching

Ulasan Novel Midnight Sun

Novel Midnight Sun - Stephenie Meyer
Foto Diambil Oleh Penulis Sendiri

Baiklah, buku ini berhasil membuat saya memutuskan untuk memiliki. Siapa yang tidak penasaran dengan sudut padang pemeran utama laki-laki di seri twilight saga ini? Apalagi kita tahu, edward tidak memiliki jiwa. Jadi mana mungkin mendadak tokoh bernama Edward ini benar-benar jatuh cinta dengan Bella?

Awalnya, saya mengira buku ini mengenai kisah Edward sebelum bertemu bella sampai pada dia jatuh hati pada si manusia biasa, Isabella Swan. Karena jumlah halaman yang banyak membuat saya yakin pasti sangat menarik jika saya atau kamu mengetahui kisah Edward sebelum bertemu Bella. Saat membacanya di awal bab, saya langsung terkejut. Ternyata buku ini dimulai dari bab awal Twilight. Tentu, saya masih berharap menemukan kisah Edward dengan keluarganya setelah ini. Sampai di tengah bab, ternyata saya hanya menemukan sekelumit kisah Edward mengenai kekalahan terhadap hasratnya hanya karena pertemuan dia dengan vampire lain.

Sehingga, sekelumit kisah itu tidak membuat saya puas. Karena saya ingin tahu lebih banyak kehidupan Edward sebelum bertemu Bella. Yang lebih membuat saya kurang suka adalah karakter Edward yang benar-benar overprotective ke Bella. Melihat Edward melakukan tindakan bodoh dengan selalu datang ke kamar Bella, menguntit Bella kemanapun kadang membuat saya masih kurang masuk akal.

Menurut saya, sudut pandang yang paling logis di antara tiga tokoh utama di buku Twilight saga adalah sudut pandang Jacob Black. Firstly, i already had those creepy things when i read how Edward was stalking Bella everyday, secondly, Edward was so protective and i thought he underestimated bella’s character and i didnt find how Edward had that feeling for Bella.

Ya, buku ini memang 99% cerminan dari novel Twilight dengan menggunakan sudut pandang Edwardnya saja. Dengan sedikit kisah Edward sebelum bertemu Bella. Di akhir cerita, saya hampir merasa pilu membaca kesengsaraan batin Edward. Bagaimana keinginan dia mendekati Bella tanpa menyakitinya, mencintai bella tanpa ada rasa terbakar di tenggorakannya, dan melindungi Bella dari dirinya sendiri. Hal itu membuka pertanyaan saya di novel Twilight kapan Edward mulai benar-benar jatuh cinta dan merelakan dunianya untuk Isabella Swan.

Saya juga bertemu dengan Tanya di novel ini, bertemu beberapa rekan vampir lain yang belum diceritakan Edward kepada Bella. Adegan yang paling saya sukai adalah kisah di mana Bella hampir terbunuh oleh James, dan di sanalah saya benar-benar mengalami kesedihan Edward mengenai kepergian Bella seorang diri untuk menantang mau. Dan tentu bagaimana respons keluarga Edward mengenai kedatangan Bella adalah menjadi satu hal yang paling saya sukai. Bayangkan saja, Esme, Carlisle, Alice Jasper dan tentu Emmet ternyata sudah membuka kedua lengan mereka lebar-lebar menyambut Bella.  Bukan karena paksaan untuk menyenangkan Edward, tetapi mereka benar-benar 100% yakin mereka menganggap Bella keluarga mereka sampai akan melindungi segenap eksistensi mereka.

Apakah tidak masalah membaca buku ini tanpa membaca keseluruhan novelnya? Tidak, tidak masalah. However, buku ini sebenarnya bukan buku lanjutan seri twilight saga, lebih ke pelengkap novel seri the twilight saga milik Stephenie Meyer. Overall, untuk membaca buku ini, semestinya membaca novel twilight dahulu lalu novel midnight sun agar semakin paham bagaimana rumitnya kisah Bella dan Edward ini. 

In conclusion what i wrote before, saya cukup kecewa dengan sekelumit adegan edward sebelum bertemu Bella di novel midnight sun ini. Rasanya, pengaruh kisah Edward yang begitu ingin melindungi Bella di akhir cerita juga tidak dapat membuat saya menyingkirkan kekecewaan saya terhadap novel ini. Seandainya 1000 halaman lebih ini menyediakan banyak kisah Edward sebelum bertemu Bella, saya akan menambah rating saya menjadi 4, bukannya bintang 3.

Kemungkinan, karena saya melakukan reading marathon menghabiskan seluruh seri novel ini, sehingga merasa kelelahan harus kembali ke novel pertama. Atau mungkin memang saya memberikan ekpektasi terlalu tinggi pada novel ini. Yang pasti, ya, saya agak kecewa dengan novel ini

Seperti yang saya bilang, novel ini bisa kalian baca walaupun belum menghabiskan seluruh novel seri ini. Dan juga, karena sudut pandang tokoh laki-laki lebih mengasyikkan, kamu boleh membaca novel ini terlebih dulu ketimbang twilight. Namun, semua itu terserah pembaca mau mendahulukan seri yang mana untuk dibaca.

Untuk terjemahannya, saya nggak pernah kecewa dengan Gramedia. Jadi tenang saja, terjemahannya gampang dimengerti. Nggak ada kalimat yang kaku saat dibaca. Pokoknya, novel ini memiliki terjemahan yang lugas, nggak kayak novel Twilightnya. Entah itu saya saja, tetapi novel twilight memiliki terjemahan yang kaku banget.

Jadi, silakan membaca sudut pandang dari siapapun untuk memulai kisah vampir yang jatuh hati terhadap manusia.