120 views
Ke(E)ping Buku

Novel Pangeran Dari Timur Oleh Iksaka Banu Dan Kurnia Effendi Yang Membalut Biografi Dengan Fiksi [Ke(E)ping Buku]

Novel Pangeran Dari Timur benar-benar sempurna!!! Novel sejarah yang penuh dengan sudut pandang kaum nasionalis, realis, dan idealis.

Apakah salah ketika sepasang mata dan segumpal hati menenukan fenomena baru tentang nasionalisme? Syafei hanya merasa sedang bertemu wujud abstrak yang dimimpikannya selama ini: Kemerdekaan! Betapa sulit mewujudkannya.

Syafei-Pangeran Dari Timur

Judul : Pangeran Dari Timur

Penulis: Iksaka Banu dan Kurnia Effendi

Genre : sejarah, romansa, politik

Penerbit : Bentang Pustaka

Jumlah Halaman : 594 lembar, 23.5 cm

Rating Goodreads : 3.93/ 5.00

Rating Pribadi : 5.0 / 5.00

Sinopsis Novel Pangeran Dari Timur

Raden Saleh masih terlalu muda ketika dipisahkan dari keluarganya di Terbaya, Semarang, menjelang berakhirnya Perang Jawa. Kegeniusan dan tangan dinginnya dalam mengayunkan kuas tercium oleh para pejabat kolonial sehingga dia dikirim ribuan mil jauhnya menuju Belanda, sebuah negeri yang selama ini hanya didengarnya lewat cerita para kaum terpelajar Jawa. Terbukti dia mampu melukis bukan hanya sejarah dirinya yang gemerlap, melainkan juga wajah dan peristiwa zaman Romantis di Eropa. Bertahun hidup di tanah seberang, sang Pangeran justru merasa asing di tanah kelahirannya. Namun, tetap saja panggilan darah sebagai bangsa Jawa tidak dapat disembunyikannya di atas kanvas. Ditambah kegetiran yang menghiasi masa tua, karya dan hidup Raden Saleh berhasil menciptakan perdebatan sengit di kalangan kaum pemaham seni di masa pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia, satu abad berikutnya.

Syamsudin, seorang arsitek awal abad ke-20, menguasai pengetahuan seni yang berkembang pada masanya. Dia berhasil menularkan minatnya terhadap lukisan Raden Saleh kepada Ratna Juwita, gadis pujaannya. Di sisi yang berbeda, Syafei, dengan gairah pemberontaknya, menempuh jalan keras menuju cita-cita sebagai bangsa merdeka. Mereka melengkapi sejarah berdirinya sebuah negeri, dengan hasrat, ambisi, dan gelora masing-masing. Dan, di tengah kekalutan panjang sosial politik sebuah bangsa yang sedang memperjuangkan nasibnya, kisah cinta selalu memberikan nyala api: hangat dan berbahaya.

Baca Juga : Ulasan Novel Midnight Sun – Stephenie Meyer

Ulasan Novel Pangeran Dari Timur

Sempurna!!! Awal kali saya ingin menuliskan di blog ini bahwa novel ini sempurna. Kenapa bisa??? Saya jelaskan sedikit mengapa saya memberanikan diri untuk menyebut novel ini adalah karya sempurna yang saya baca selama ini.

Sejarah adalah topik utama yang diangkat di buku ini. Terlebih lagi ini mengenai sejarah Indonesia sebelum negara ini menyandang statusnya sebagai negara merdeka tanpa lagi menggunakan nama Hindia Belanda. Karena itulah, saya berkeinginan untuk memiliki buku ini.

Mulanya, saya mendapatkan kesan menyenangkan dengan pertemuan Syamsudin dan Ratna pada tahun baru 1924. Kisah dua orang itu yang membuat saya memilih dua pasangan ini menjadi tokoh utama dalam novel pangeran dari timur. Namun tunggu dulu. Ternyata dua penulis ini berhasil membuat saya berpindah hati.

Novel Pangeran Dari Timur

Awal pertemuan Ratna dengan Syamsudin dikarenakan Petronella yang memperkenalkan dia dengan Syamsudin. Ternyata syamsudin adalah pengamat seni lukis. Dari itulah mereka cocok saling berdekatan. Sampai akhirnya, Syamsudin membertihakan lukisan beraliran romantik milik bumiputera. Ya. Raden Saleh Syarief Bustaman. Dari dua orang inilah, saya menemukan dua sudut pandang cerita yang mengulik kisah di tahun 1900an dengan 1800an. Kisah tahun 1800an itulah yang berkaitan dengan Raden Saleh.

Raden Saleh adalah seorang bumiputera yang mendadak mendapatkan keuntungan untuk bisa bersekolah ke Eropa. Biografi raden saleh benar-benar dijabarkan menarik oleh penulis. Awalnya saya benar-benar nggak tahu siapa itu Raden Saleh, tetapi membaca buku ini, saya merasakan pengetahuan baru mengenai gaya lukisan romantik. Dari penjabaran lukisan Raden Saleh sampai kehidupan pribadinya benar-benar runtun dan nggak membuat saya bingung saat membaca buku ini.

Walaupun, di buku ini memiliki dua kisah dan sebenarnya buku ini juga nggak 100% berhubungan dengan karakter dari tokoh yang ada di tahun 1900an, tetapi karena itulah membaca kisah Raden saleh dengan tokoh tokoh di tahun 1900an nggak membuat saya skip untuk membaca sesuka saya. Iya, dua kisah ini sama-sama menyenangkan untuk dinikmati.

Nah, saya akan melanjutkan bagaimana saya bisa mengalihkan perhatian yang awalnya saya  tengah memutuskan bahwa syamsudin dan Ratna adalah tokoh utama di novel ini. Ternyata, saya lebih memilih tokoh ini . Ya, saya juga bertemu tokoh Syafei atau bisa dipanggil Pi’i. Sosok pria yang berlawanan dengan karakter Syamsudin dan Ratna. Dia yang nasionalis dengan ikut bekerja bersama syamsudin dan di belakang layar dia bekerja sebagai pemberontak dengan menggunakan

Syafei yang memiliki karakter benggal bertemu Ratna di saat. Tentu di novel ini melibatkan cinta segitiga. Namun cinta segitiga yang dikemas apik dengan latar sejarah Indonesia justru membuat kelebihan di novel ini. Syamsudinlah yang pertama bertemu dan menaruh hatinya pada Ratna, tetapi Ratna ternyata lebih memilih menjatuhkan hatinya kepada Syafei.

Sayang sekali, Ratna memang memberikan hatinya pada Syafei, tetapi takdir bertindak lain. Dalam hal ini, saya bukan menegaskan bahwa kalian akan lebih tertarik dengan tokoh yang saya suka. Bukan. Lebih tepatnya, di novel ini kamu menemukan sebuah realotas yang terjadi pada masa itu, yang mana di tahun itu kita pasti menemukan dua tipe orang seperti Syamsudin dan Syafei, dan mungkin seperti Pit Liong.

Pit Liong adalah pedagang cina yang memiliki hati kepada Ratna. Baiklah, memang Ratna ini adalah perempuan pintar, baik hati, dan tentu cantik.

Dalam buku ini, saya menemukan banyak peristiwa yang terjadi di tahun 1800an – 1900an. Peristiwa yang melibatkan banyak tokoh-tokoh besar seperti Tan Malaka, Multatuli, Moh Hatta dan banyak lagi. Novel ini juga bersimpangan dengan revolusi prancis, dan kisah-kisah menegangkan di Eropa pula.

Karena itulah saya nggak berani sama sekali memberikan kekurangan pada buku ini. Buku ini memang patut dikatakan sempurna. Karena rentetan sejarah eropa dengan sejarah di negara saya sendiri itu dijabarkan apik dan membuat saya juga merasakan ketegangan pada saat itu.

Kalau kalian ingin tahu bahwa kenyataan dari buku ini ialah dua pengarang ini sudah menyusun naskah ini selama belasan tahun loh. Jadi, nggak salah kalau aku mengatakan novel ini adalah novel paling sempurna yang pernah saya baca.

Percayalah, walaupun tokoh Sultan Saleh dengan tokoh Syafei, Syamsudin, Pit Liong dan Ratna tidak memiliki hubungan di karakter hidup mereka, jangan sampai melewati kisah mereka. Karena bagi saya, tanpa membaca kisah mereka, kalian juga tidak akan tahu runtutan kejadian sejarah di dunia. Sehingga, buku ini hanya terkesan biasa saja. Padahal itulah yang menjadi alasan buku ini dikatakan sempurna.

Saya suka bagaimana kehidupan raden saleh yang menyinggung tokoh-tokoh sejarah seperti pangeran dipanegara, beberapa raja di inggris dan pemerintahan di Belanda. Saya suka bagaimana interaksi Sultan Saleh dengan bangsawan Eropa dan lukisan-lukisannya yang dikemas indah saat proses melukisnya. Apalagi saat menjabarkan lukisan  penangkapan Dipanegara. Tentu juga, kita mendapatkan beberapa gambaran lukisan yang dimiliki oleh Raden Saleh.

Tentu saya suka bagaimana karakter Syafei menghadapi Indonesia yang belum merdeka. Bagaimana dia diisolasi ke daerah Digul. Peristiwa Bandung yang dibakar setelah Jepang mampu mengalahkan Belanda. Bagaimana Syamsudin yang pintar untuk berkawan dengan bangsawan Belanda atau Jepang. Tokoh Pit Liong juga mendapatkan diksriminasi pelik yang dilalui oleh orang cina di Indonesia, tetapi lebih memilih apatis dan tunduk tanpa sebuah harapan apalgi cita-cita.  Tiga tokoh itulah yang benar-benar menyimpulkan bahwa di dunia ada tiga karakter orang seperti itu.  Mana yang akan kamu pilih? Mau menjadi budak seorang penjajah atau menjadi tawanan untuk mempertahankan idealismenya, atau membiarkan semuanya terjadi begitu saja?

Hal utama yang ingin saya jelaskan, buku ini memiliki kisah biografi Raden Saleh yang dilapisi oleh kisah fiksi seorang Ratna, Syafei, Syamsudin dan Pit Liong. Untuk itu, kalian akan berada di hadapan dua dunia, dunia nyata dan dunia fiksi buatan sang penulis.

Dalam buku ini juga terdapat kutipan indah yang menampar saya mengenai sejarah negara saya. Mungkin juga, kutipan ini akan membuatkalian 100% yakin bahwa buku ini memang layak mendapatkan rating sempurna.

“Aku hanya seorang cina, pedagang yang tak boleh berharap banyak untuk mendapatkan seorang bumiputera gedongan.”

“Tentu tidak semua orang Eropa jahat. Ada van deventer, ada Multatuli, Pieter Brooshooft, juga ayahmu dan banyak lagi. Namun bila pemikiran semacam ini terus dipertahankan dan tidak kita gugat, lama-kelamaan kita menjadi bangsa pemaaf, bahkan oeminta-minta, menunggu kemurahan hari para tuan untuk mendapatkan hak merdeka. Padahal yang hendak diberikan itu milik kita yang mereka rampas.”

Jadi bagaimana, apa perlu menunggu lama lagi untuk membaca biografi Raden Saleh yang dikemas apik dengan menggunakan kisah fiksi yang menarik? Kalau saya sih, buku ini masuk buku sejarah terbaik.