182 views
Kee(LI)ping Kompetisi

Eco Friendly Sebagai Langkah Mengatasi Krisis Sampah Di Bioskop

Saya bukan aktivis lingkungan. Saya setuju menjadi nol tanpa sampah tidak selalu mudah. Contohnya, saat saya menonton film di bioskop, saya masih melihat beberapa bioskop menggunakan potongan tiket dari kertas, ember popcorn, plastik permen, dan lainnya. Setelah selesai menonton, beberapa pengunjung lebih suka meninggalkan sampah di bangku bioskop. Namun, sampah bioskop merupakan permasalahan rumit dan berbahaya untuk bumi ini.

Potret Kualitas Pengunjung Bioskop Terhadap Sampah

Bukan hanya bertemu dengan tiket dari kertas, tetapi saya bertemu dengan gelas soda, ember popcorn, sedotan minuman, beragam kemasan plastik, dan sisa makanan yang tidak habis dimakan. Semua itu menjadi limbah yang bercampur di dalam satu tempat sampah saat pemutaran film telah selesai.

Eco Friendly

Padahal bioskop bukan studio pribadi yang bisa dilakukan semena-mena. Ada tata tertib yang wajib ditaati oleh pengunjung bioskop. Hal yang paling penting adalah tanggung jawab membuang sampah di tempatnya.ย 

Alasannya yaitu dari tidak adanya tempat sampah di dalam ruangan pemutaran film sampai menyerempet pada peran cleaning service di dalam bioskop. Padahal pihak bioskop telah mengkampanyekan jemput sampah ke dalam studio film.

Melalui laman sipsn.menlhk.go.id, jumlah sampah terbanyak berada di jenis sisa makanan, kemudian diikuti oleh sampah plastik dan sampah kertas. Kita menemukan tiga jenis sampah tersebut berkumpul di satu bioskop. 

Eco Friendly

Baca Juga : THRIFT SHOP, GERAKAN ALTERNATIF PARA MILLENIAL SEBAGAI TRANSFORMASI SOLUSI LIMBAH PAKAIAN

Krisis Sampah di Bioskop Masih Belum Selesai

Semua percobaan pihak bioskop telah dilakukan. Sayang sekali, krisis sampah di bioskop belum selesai, karena begitu keluar di bioskop, saya masih melihat banyak tempat sampah yang tidak mampu menampung seluruh bekas makanan dan minuman kami. Padahal di bioskop, saya menemui beberapa sampah yang lama terurai.

Menyadur dari laman tirto.id, sampah plastik memerlukan waktu 1000 tahun untuk terurai, sampah kertas terurai selama 2 hingga 6 minggu, dan sampah sisa makanan bisa lebih dari seminggu–itu pun tergantung dari jenis makanannya.

Dari semua data tersebut, kita memiliki peran untuk tidak lagi menimbun sampah. Kualitas penerapan sampah di dalam bioskop memang sudah ditingkatkan, tetapi menurut saya itu bukan menjadi solusi terbaik untuk mengurangi timbunan sampah. 

Membawa Eco Friendly Secara Bertahap Ke Bioskop

Pihak bioskop juga telah memberi kemudahan dengan membawa tempat sampah ketika film selesai diputar. Mereka juga mengganti kemasan plastik menggunakan kertas, walaupun tidak untuk semua menu. Namun, pengurangan sampah bioskop bukan dengan mengganti kemasannya, tetapi membawa eco friendly dalam bioskop.

 

Dalam pengertian luasnya, eco friendly berkaitan dengan hasil olahan atau bahan baku yang ramah lingkungan. Saya sangat setuju bila eco friendly diterapkan ke seluruh bisokop di Indonesia. Nah, berikut ini langkah eco friendly yang saya lakukan :

1. Kualitas Kemasan Milik Sendiri Lebih Baik

Tidak memungkiri bahwa apa pun yang berkaitan dengan milik sendiri pasti lebih aman dan lebih higenis. Dengan mengganti wadah sekali pakai saat membeli popcorn dan minuman lain dengan milik kita sendiri, kita bukan hanya mendapatkan kehigienisan, melainkan kita bisa mengurangi timbunan sampah di bioskop. 

2. Bawa Sisa Makanan Ke Rumah

Guna dari membawa tempat sendiri juga berlaku saat kita menyisakan makanan yang tidak habis.ย  Jadi, untuk menjadi eco friendly nggak juga menghemat sampah juga menghemat kantong kita.ย 

3. Pertimbangkan Memerlukan Sedotan Atau Tidak

Bila sudah membawa tempat minuman sendiri, pikirkan apakah perlu meminta sedotan. Karena bagi saya, mengecap langsung melalui bibir terasa sangat enak dan menyegarkan. Dan tentu, kita juga bisa melihat lebih lama kesegaran alam tanpa sampah plastik. 

4. Lakukan Komunikasi Dua Pihak

Ini adalah cara yang terbaik untuk menjalankan eco friendly di bulan ke sepuluh. Kamu dapat mencoba menghubungi mereka melalui media sosial, email, atau apa pun. Mulailah dengan memberitahu betapa kamu menghargai kebersihan bioskop dan senang datang ke bioskop untuk menonton film. Kemudian, komunikasikan apa yang mengganggu kamu. Mungkin dari tiket bioskop yang menggunakan kertas, mengganti kemasan botol pribadi, penambahan tempat sampah, dan lainnya. Komunikasi adalah jalan terbaik untuk berkontribusi menjaga lingkungan kita. 

langkah tersebut memang sulit dijalankan bersamaan. Maka, saya menyarankan setiap tiga bulan sekali menerapkan eco friendly ini. Mungkin setelah itu, kita terbiasa dengan pola hidup eco friendly. Tanggung jawab sampah itu ada pada kita semua. Walaupun kita berada di tempat berbayar, bukan berarti kita acuh terhadap sampah, baik itu sampah kita sendiri atau sampah yang tidak sengaja kita temukan di jalan. 

Eco Friendly Dan Waste4Change Adalah Terobosan Jitu Dalam Pengelolaan Sampah

Kita memerlukan jasa yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia. Bukan hanya pengelolaan sampah, tetapi inovasi dalam layanannya juga harus terus berkembang. Karena itu, untuk pengunjung bioskop atau komunitas pecinta bioskop, waste4change aadalah layanan jasa paling jitu untuk bersanding dengan eco friendly. Waste4change adalah waste management Indonesia yang didirikan oleh M. Bijaksana Junerosano terhadap permasalahan sampah indonesia. 

Layanan ini bukan hanya diperuntukkan terhadap perusahaan, tetapi mereka juga merangkap rumah tangga juga. Layanan mereka sangat beragam dan tentu dengan harga yang bersahabat. Mereka menginginkan pengelolaan sampah harus dilakukan secara bertanggung jawab. Melalui waste4change saya bertemu dengan beragam manfaat yang memudahkan kita semua dalam menghadapi krisis sampah di bioskop. 

  1. Bertanggung Jawab Terhadap Sampah Kita

Begitu kita merasa pengelolaan sampah kita kurang akurat, maka layanan Waste collection services sangat tepat untuk semua perusahaan. Di layanan Waste Collection Service, dibagi menjadi tiga sistem. Responsible Waste Management yang memberikan kemudahan perusahaan dalam managemen sampah sehingga citra perusahaanpun meningkat baik. Kedua, Event Waste Management yang  dikhususkan untuk acara-acara besar. Yang ketiga, Zero Waste To Landfill yang bertujuan untuk membuat sampah perusahaan tidak harus berakhir dan menambah sampah di TPA.

  1. Kemudahan Layanan Jemput Sampah

Personal Waste Management  adalah layanan terbaru waste4change dalam mengelola sampah rumah tangga. Hanya dengan memilah sampah anorganik, kita sudah bisa menggunakan layanan ini tanpa harus mengantar ke waste4change.  

  1. Kualitas Daur Ulang Sampah Terbaik

Meningkat pengelolaan sampah dengan sistem daur ulang juga meningkat lini bisnis perusahaan juga. Melalui In-store recycling, kemasan makanan dan minuman bisa menggunakan waste4change untuk mencegah label merek perusahaan tidak disalahgunakan.  

Memberlakukan inovasi dalam layanan jasa seperti waste4change berkembang menjadi kolaborasi bermanfaat dengan eco friendly. Keduanya memiliki potensi besar untuk mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Apalagi waste4change telah berdiri lebih dari 6 tahunnya mengurusi sampah di Indonesia dengan banyaknya klien yang mereka miliki. Saya berharap seluruh bioskop Indonesia bisa bekerja sama dengan waste4change untuk mengatasi krisis sampah di bioskop


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021
Nama penulis: Annasa Rivada Engkesari”

Referensi :

https://waste4change.com/blog/6-years-of-waste4change-check-out-our-new-services-and-products-for-responsible-waste-management-solutions/

http://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/data/komposisi

https://tirto.id/darurat-sampah-makanan-di-indonesia-f3Yn

http://www.atthecinema.net/rubbish-at-cinemas-are-an-indication-of-bad-habits

http://www.atthecinema.net/rubbish-at-cinemas-are-an-indication-of-bad-habits

https://www.boxofficepro.com/reduce-reuse-recycle-how-movie-theaters-are-cutting-down-on-waste/

Gambar dan Desain :

Media Gambar : Freepik, Google, dan Canva

Desain : Ares Reva