57 views
Novel To Kill A Kingdom
Ke(E)ping Buku

Novel To Kill A Kingdom Dengan Kisah Klise Romansa Dongeng Antara Mermaid dan Pangeran

Novel To Kill A Kingdom adalah novel yang telah menjadi buddyread bersama teman-teman di twitter. Karena juga menyukai cover buku dari novel ini dengan kisah mengenai pangeran dan putri duyung. Begitu membaca buku ini, saya dikenalkan dengan dua tokoh yaitu Lira dan Ellian.

Kepercayaan diri palsu bukan teman siapa pun

Ellian – To Kill A Kingdom

Judul Buku : To Kill A Kingdomย 

Penulis : Alexandra Christo

Penerbit : Mizan Fantasi

Penerjemah : Angelic Zai Zai

Jumlah Halaman : 400 hal; 20,5 cm

Cetakan 1, November 2019

Rating Pribadi : 3.40/5.00

Rating Goodreads : 3.89/5.0

Sinopsis Buku To Kill A Kingdom

Novel To Kill A Kingdom
Novel To Kill A Kingdom

Lira seorang putri siren atau seorang putri duyung sedangkan Ellian adalah seorang pangeras dari Midas.ย Dua orang ini memiliki takdir yang berbeda. Ellian harus membunuh semua siren sedangkan Lira harus membunuh pangeran dan mengambil jantungnya. Sampai akhirnya mereka dipertemukan di dermaga Midas, tempat tinggal Ellian. Keingintahuan Lira untuk tahu mengenai pangeran yang suka berburu siren membuat dia untuk datang ke tempat Ellian. Saat Ellian sedang di pinggir dermaga, dia tidak sengaja jatuh ke dalam laut. Saat itulah kesempatan Siren untuk mengambil jantung Pangeran Ellian dan untuk diserahkan kepada ibunya sebagai hadiah dia berumur 18 tahun. Sayang sekali, dia mendadak mengurungkan niat dan membiarkan Ellian kembali ke daratan. Mereka tentu dipertemukan lagi saat Lira harus menjadi manusia dikarekana hukuman dia melepaskan jantung pangeran.ย Syarat untuk membuat Lira kembali menjadi Siren dan mewarisi tahta ibunya adalah dengan membawa jantung Ellian. Lalu, saat itulah takdir menemukan keterkaitan di antara mereka berdua.

Baca Juga : Novel V*Gina Yang Begitu Seksual

Ulasan Novel To Kill A Kingdom

Novel To Kill A Kingdom
Novel to Kill A Kingdom

Baiklah, di atas adalah garis besar mengenai kisah Ellian dan Lira dengan menggunakan sudut pandang pertama. Karakter Ellian yang sangat heroic kadang membuat saya jadi tidak menikmati sosok pria ini. Dalam hidupnya yang diinginkan Ellian adalah sikap kepahlawan untuk membela negara Midas. Sedangkan untuk Lira justru yang membuat saya menikmati karena karakter ini nggak terlalu berlebihan. Justru terasa nyata berbeda dengan karakter Ellian.ย 

Kisah mereka ini bagaikan dongeng klise yang sering saya temukan di buku dongeng anak-anak. Namun bedanya kisah mereka diwarnai bumbu aksi yang seru. Saya suka bagaimana di awal saya dapat merasakan diksi bengis dari pembunuhan Siren kepada pangeran-pangeran yang dia makan, begitu pula dengan Ellian yang membunuh bengis para Siren. Bagusnya adalah diksi penggambaran adegannya mudah sekali saya cerna dan bayangkan. Itu juga berhubungan dengan terjemahan bukunya bagus. Nggaka da kata-kata kaku yang saya dapatkan ketika membaca buku ini, 

Satu lagi yang membuat saya kurang menikmati di adegan romansa antara Lira dan Ellian adalah jarak Ellian mencintai Lira saat dia tahu Lira seorang siren. Karena sejak awal, pangeran Ellian ini tidak memberi ampun kepada semua siren. Apalagi saudaranya telah dibunuh sendiri oleh siren maka ebenciannya semakin memuncak. Jadi, saya belum bisa memberi rating 4.0 untuk novel ini. 

Namun tidak menutup kemungkinan kalau kamu menyukai novel klise fantasi mengenai romansa benci jadi cinta.  Buku ini bisa menjadi hiburan kamu apalagi ada sisi aksi yang menarik yang dilakukan oleh tokoh perempuan. Karena jujur, di antara Ellian dan Lira, saya lebih menyukai karakter Lira.